Minggu, 16 September 2012

Awal Langkah Baru

Alhamdulillah, sudah sampai titik ini saya melangkah. Satu titik yang mungkin di impikan oleh banyak orang, yaitu menjadi mahasiswa. Rasa senang memadati hati saya, ketika menapaki kaki untuk pertama kali di kota ini. Di kota tempat saya akan menuntut ilmu selama empat tahun kedepan. 

Purwokerto, kota yang menjadi cikal bakal nama belakang saya. Ibu saya pernah menjelaskan kenapa nama belakang saya satria, ternyata karena julukan kota purwokerto adalah kota satria. Di kota inilah kedua orang tuaku bertemu dan saling jatuh cinta. sehingga orang tuaku memberi nama kepadaku Hanifan Satria. Hanifan yang artinya orang yang selalu berada di jalan yang lurus, sedangkan satria berarti pejuang. Nama satria diberika kepadaku juga karena kedua orang tuaku bertemu di purwokerto. kota satria.

Saya di Purwokerto melanjutkan study di salah satu universitas negeri di Purwokerto yaitu Universitas Negeri Jenderal Soedirman atau yang biasa dikenal dengan UNSOED. Sebenarnya UNSOED ini adalah pilihan universitas kedua pada saat ujian SNMPTN tulis. Tapi saya merasa sangat terselamatkan dengan diterimanya saya di UNSOED ini karena pilihan pertama yang saya pilih hanya mengikuti ego saya saja ingin kuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia itu, namun jurusan yang saya pilih pun jurusan yang menurut saya tidak terlalu sesuai dengan bakat dan minat saya, juga kurang mendukung untuk saya yang punya cita-cita ingin jadi journalist. sedangkan pilihan kedua saya adalah ilmu komunikasi yang memang sangat mendukung cita-cita saya.

Sesampainya di purwokerto saya langsung menuju ke kosan, tempat dimana akan saya tinggal untuk sementara di kota ini. Setelah bersih-bersih kamar dibantu kedua orang tuaku dan dua adikku, akhirnya mereka pergi meninggalkan saya disini. Ada rasa sedih menghinggapi ketika mereka pergi meninggalka saya sendiri. Wajar, karena saya terbiasa hidup dengan mereka. Tapi saya berfikir buat apa bersedih toh semua proses ini akan menjadikan saya menjadi orang yang lebih mandiri dan lebih dewasa. 

Minggu pertama di purwokerto saya habiskan dengan mencari teman sebanyak mungkin. Karena saya disini tidak memiliki saudara sama sekali. Mungin saja suatu saat nanti akan ada teman yang akan saya anggap lebih dari saudara. Teman-teman saya disini cukup menyenangkan, mereka ramah dan mau bergaul dengan orang-orang baru. mungkin benar kata orang--orang asing mengenai penduduk Indonesia yang terbuka itu. 

Minggu kedua, aktivitas saya pun dimulai. Ospek, hal yang mungkin dibenci oleh para Maba. Hari dimana kita sebagai para Maba diberi tugas yang cukup njelimet oleh para senior. dari serangkaian kegiatan ospek yang dilaksanakan. Ospek fakultas lah yang menurut saya paling berkesan di hati saya. Saya dua kali masuk ruang eksekusi karena terlambat datang ke kampus. Di dalam ruang eksekusi itu saya ditanyai beberapa hal, mengenai potensi diri saya dan mengapa saya memiliki minat masuk di Kampus FISIP Unsoed. dan hukuman yang diberikan pun lumayan berat. menuliskan tentang apa yang didapatkan dari ospek sebanyak dua halaman kertas folio full. Rasanya lebih cape daripada bikin postingan di blog haha. Selama ospek fakultas ini hal yang paling menarik perhatian saya adalah sekumpulan senior berpakaian aneh, ber-legging warna-warni dll mereka adalah grup ludruk yang bernama UKT 48. Entah kenapa namanya UKT 48, mungkin karena isu UKT atau Uang Kuliah Tunggal sedang ramai berhembus di lingkungan kampus saya. Para pemain ludruk ini beraksi dengan sangat lucunya, namun dibalik kelucuannya itu mereka menyampaikan sebuah pesan yang sangat bermakna. Mereka memainkan lakon seorang raja yang selalu meminta upeti kepada warganya dan karena bersatunya para rakyat, akhirnya mereka dapat menurukan sang raja.

Minggu ketiga akhirnya tiba, minggu pertama saya melangsungkan kuliah perdana. ketika duduk pertama kali ada rasa bangga di hati saya. Ahhh akhirnya saya kuliah, saya masih tidak bisa membayangkan, perasaan baru kemarin saya berangkat pertama kali ke SMA, dan ternyata saya sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa. Sebuah langkah terakhir menuju dunia kerja, sebuah batu loncatan untuk memulai karir saya nanti. semoga dari sini, dari Universitas Jendral Soedirman. semua apa yang saya cita-citakan dapat saya raih. Amin