Kamis, 20 November 2014

Cahaya

"Karena diam menanti tak akan jadi baik, maka aku akan mengejar cahaya itu. seberapa pun panjangnya lorong penantian ini, aku akan terus berlari dan melesat, melesat lebih cepat dari yang kau kira. kau boleh picingkan matamu, atau apapun terserahmu itu. Aku akan terus berlari, berlari, dan berlari hingga aku ada diujung lorong itu..."





Terlihat ambisius, ya sudah. Tapi aku hanya aku, yang tidak akan kamu ketahui.
Kamu boleh menilaiku, bebas.  Tapi aku hanya aku, yang tidak akan kamu ketahui.
Ada dari diriku yang tidak akan kamu mengerti, sedekat atau sepernah dekatnya kita, kamu tidak akan pernah mengetahuinya.

Hari ini aku menjadi diriku, yang mungkin kamu benci, terserah. Aku hanyalah aku, yang tidak akan kamu ketahui.
Hari ini aku mungkin pongah dimatamu, yasudah, aku terima. Hanya aku yang tahu akan aku, dan kamu tidak akan tahu.

Mungkin besok, aku mulai lebih hina dimatamu, bukan masalah. Lagi - lagi, setiap langkah yang aku jalani, hanya aku yang mengerti.
Mungkin besok, aku jadi satu tingkat diatas pongah dimatamu, yasudah, aku terima. Lagi - lagi, setiap langkah yang aku jalani, manis pahit, pedih perih, sedu sedan yang mengiringi langkah demi langkah ditiap perjalananku, hanya aku yang mengerti.

Aku paham, ketika membaca ini, kebingungan, kerancuan atau mungkin kebencian merasuki jalan pikirmu. seperti sebelumnya kutuliskan, aku adalah aku yang bebas kau nilai sesukamu. Tapi, ada banyak hal dari diriku, yang tidak akan kamu ketahui dan dapat kamu pahami. Karena aku pun percaya, dibalik semua penilaianku tentang kamu, selalu ada hal tentang dirimu, jalan pikirmu, perasaanmu yang tidak akan pernah bisa aku mengerti :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar