Sudah
satu jam ia menanti, kadang ia celingukan mendelok ke dalam gang. Aku yang
menulis cerita ini merasa sungguh prihatin dengan kondisi ia yang Cuma
celingukan. Sebagai orang yang prihatin, aku lanjutkan saja menulis tentang ia
yang sedang menanti sambil celingukan. Ia masih setia berdiri disana, aku pun
heran mau-maunya ia menanti sebegitu lamanya.
Akhirnya, ada juga yang nongol dari
ujung gang, si ia memandang dengan melotot sembari meneliti apakah yang
dilihatnya memang yang ditunggu. Oh, ternyata bukan. Si ia pun akhirnya jongkok
gara-gara sudah satu jam lebih lima menit ia berdiri di ujung gang. Aku
prihatin kembali, “kenapa nggak ditinggal aja ?” “kenapa ia nggak bawa kebut
motornya aja ?” “kenapa ?.”
Si ia mengeluarkan telepon selulernya
dari saku jaket sebelah kanannya, kemudian jarinya menari diatas layar hapenya
yang sentuh itu. “kamu dimana ?” ia mengirim pesan singkat kepada yang
ditunggu. Di genggam hapenya dan sesekali ditengok. Kamu tau sapi kalo lagi
makan rumput ? ya, begitulah si ia yang dari tadi kepalanya naik turun ngelirik
layar hapenya. Tangannya masuk ke saku sebelah kirinya lalu dirogoh isinya dan
keluarlah sebuah earphone dari kantongnya. Si ia ribet sendiri lantaran
kabelnya kusut. Udah lurus kabelnya, colokan jacknya dipasangkan dengan bolongan
jack yang ada dihapenya, dibukalah aplikasi musik di hapenya. Setelah
bolak-balik ngeliatin playlist yang ada, Rossa – Menunggu jadi pilihannya.
Mungkin ia pikir pas dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan lantaran terlalu
lama menunggu.
Proses mengeluarkan earphone,
merapihkan kabel yang ruwet, dan milih lagu yang ada di playlist ternyata
memakan waktu 25 menit. Siapa sih yang ngitungin ? kok rajin banget ?. 25 menit
tadi menggenapkan waktu ia yang ternyata sudah menunggu selama 1 jam 30 menit.
Sekarang Rossa – Menunggu sudah “move on” ke Jaja Miharja – Cinta Sabun Mandi.
Gak sadar juga si ia kalo pantatnya geal-geol sendiri. Sambil geal-geol ia
nggak lupa untuk terus nengok ke dalam gang kalau saja yang dinanti tiba-tiba
muncul, ia sudah siap dengan senyum sumringahnya.
Cinta Sabun Mandinya selesai, si ia
memasukkan tangannya kedalam saku celana jeans sebelah kanannya. Ternyata si ia
ngambil sebungkus super dari kantongnya, dicomotnya sebatang. Si ia tiba-tiba
berdiri, oh nyari korek rupanya. Ternyata koreknya ada di saku celana jeans
belakang sebelah kiri. Jongkok lagi si ia, super yang dari tadi ia pegang
disela-sela jari telunjuk dan tengah tangan kanannya dibakar juga. Sebatang
super lalu dihisapnya dalam-dalam “paaaahh” dikeluarkannya asap putih yang
mengepul dari mulutnya. Sambil nyuper, si ia ngganti lagu dari playlistnya. Oh,
ada lagunya The Corrs – Everybody Hurts di playlistnya. Dipijit layarnya lalu
berdendanglah lagunya The Corrs. Si ia yang dari tadi geal-geol mendadak jadi
kalem gara-gara Everybody Hurts. Galau kali ye.
Ia masih kayak sapi yang lagi makan
rumput. Gara-gara belum ada balesan, ia ngeliat jam dan gak sadar si ia
ternyata udah 1 jam 45 menit ia menanti orang yang dinanti di ujung gang. Kaget
sendiri ia. Kagetnya udah ilang, ia ganti lagu lagi dari The Corrs, ia milih
lagunya Rocket Rockers yang judulnya Ingin Hilang Ingatan Itu. Mungkin ia
pengen pura-pura lupa kalo ia lagi nunggu. Masih kalem juga si ia dengerin lagu
itu. Habis ganti lagu, ia nengok ke dalam gang. Ada yang keliatan dari sana,
seseorang yang terlihat sedang menuju kearah si ia. Dekat dan semakin mendekat,
langkahnya berat dan rada miring ke kiri jalannya. Oh, ternyata yang dilihat si
ia orang yang lagi nganterin gas elpiji 3kg ke warung yang ada di gang itu.
Nasib oh nasib, kecewa juga si ia. Untuk mengobati kekecewaannya, si ia ganti
lagu Ingin Hilang Ingatan ke lagunya J-rocks yang Ceria. Ia nggak kalem lagi,
ia mulai komat-kamit ngikutin lirik lagunya J-rocks. Alhamdulillah, wajahnya ia
jadi ceria juga.
Masih konsisten dengan
ngangguk-ngangguk ngeliatin layar dan celingak-celinguk kedalam gang, si ia
ngeliat ada yang muncul dari ujung gang. Tapi kok rame-rame ? Tapi kok naik
motor ? kok, ada orang yang tampilannya jepang-jepangan gitu ? kok, kaya video
clipnya J-Rocks yang Ceria ? oalah, saking menghayatinya si ia sampe
berhalusinasi gitu. Aku sampe sedih, kok segitunya si ia nunggu dan akhirnya
berhalusinasi sendiri.
Sudah genap dua jam ia menunggu,
kelakuan si ia mendapat perhatian dari penjaga warung yang ada di gang itu.
“ini orang ngapain ? lama banget dua jam nangkring di situ ? jangan-jangan ia
maling lagi survey.” Si ia berdiri dan berjalan menuju warung, baru seperempat
jalan si ia balik lagi gara-gara kunci motornya masih nyantol di motor. Sudah
dicabut dan diamankan di saku jaketnya lalu ia kembali berjalan menuju warung.
Pemilik warung yang melihat gelagat si ia ketakutan lalu buru-buru menutup
warungnya. “BANGKE, orang gua mau beli aer malah tutup.” Gerutu si ia. Masih
kesal, ia kembali ke singgasananya di ujung gang. Ia nyetel lagunya Endank
Soekamti – Semoga Kau Di Neraka. Aku paham kok, si ia kesel.
Setelah kejadian tadi, si ia
tertidur di ujung gang. Wajahnya lelah, mungkin karena terlalu lama menanti.
Aku sedih sekaligus kasihan dan sedikit kesal karena ia yang tiada bosannya
menanti. Si ia terbangun, ia langsung nengok ke dalam gang. Yang dinanti belum
juga nongol. Ia berfikir jangan-jangan, yang dinanti sudah datang. Tapi
logikanya menjawab tidak mungkin kalau yang dinanti sudah datang, tidak
membangunkan ia yang masih tertidur. Ia spontan mengecek telepon selularnya,
belum juga ada balasan. Ia lalu kembali memasang earphone yang tercabut dari
telinganya sewaktu ia tertidur. Ia masih menanti, menanti, dan menanti.
Aku yang menulis ia yang sedang
menanti akhirnya bosan juga. Ngapain aku mikirin orang yang lagi nunggu ?
heran. Mungkin kamu yang lagi baca juga mikir, “si ia bego banget, mau aja
nungguin selama itu ? mending cabut.” Atau ada juga yang mikir “salut yah, mau
nunggu selama itu, hebat.” Apapun yang kalian pikirkan, itu sah-sah saja dan
tidak melanggar hukum. Aku pun sebenarnya salut sama ia, ia rela mengorbankan
waktunya demi menanti, dan sampai aku mau menyelesaikan tulisan ini ia masih
berharap yang dinanti datang. Dan jika kamu adalah salah satu yang bertanya “kok
ada sih, orang yang mau nunggu sampe segitunya ?” jawabannya ada.
Yaitu
si Ia, yang tetap setia dan selalu yakin kalau yang dinanti akan hadir dan
ketika yang dinanti akhirnya datang, Ia selalu siap menyambut dengan senyum
terbaiknya.