Selasa, 24 Desember 2013

Hari Ibu dan Anak - Anak Sumampir

Kulaju motorku dari kampus dalam rangka melarikan diri dari agenda musyawarah mahasiswa himpunan mahasiswa jurusanku menuju ke suatu tempat, yang menjanjikan keceriaan. Sekolah dan Perpustakaan Rakyat Bhinneka Ceria. Kuingat aku ada agenda lain, menjadi Master of Ceremony alias MC di acara "Pesta Ceria" pestanya mereka, anak - anak Sumampir, untuk ibunda tercinta.

Kuhentikan motorku di depan sekolah, kuparkirkan si blade dengan segeletaknya. Aku terburu untuk masuk ke dalam karena sangat ingin melihat wajah ceria mereka yang sedang berlatih, dan juga menemui cintaku yang sedang mengajarkan anak - anak itu menari. Suara mereka terdengar nyaring dari luar, kira ku mereka sedang antusias berlatih, ternyata benar. Segera aku berjalan menuju ke dalam. Di depan pintu ada Farid, sang pentolan dari gerombolan anak - anak itu menyapaku "hoy mas" ku balas dengan senyum terbaik Indonesia "hoy juga." Di dalam anak - anak itu sedang asyik berlatih, ada dua orang perempuan kecil nan manis yang sedang berlatih menyanyi, ada pula beberapa anak yang sedang menghafalkan bait - bait puisi, dan ada juga yang sibuk bercanda, lari sana - sini, dan sebagainya. Melihat mereka yang jadi nakal dan bandel itu aku tidak heran. Karena di sekolah formal, mereka dibentuk untuk sekedar jadi anak manis yang penurut. Dan aku bahagia melihat mereka yang riang gembira seolah terlepas dari kekangan itu dan bebas "nakal" semau mereka.

Waktu menunjukkan pukul setengah 6 sore, aku yang tahu mau nge-mc tersadar kalau diriku belum tersentuh air, sabun, shampo dan pasta gigi sedari pagi, segera memulangkan diri dan sekaligus mengantarkan pulang cintaku yang ternyata juga sama.

Ritual terlarang alias mandi sudah kulaksanakan, lalu ku memilih baju yang sekiranya akan membuatku terlihat keren di atas panggung. Sudah semua ku lakukan. Selanjutnya ku jemput cintaku di kosannya. Ingin ku katakan ia cantik hari itu, tapi biar kusimpan saja sendiri. Takut Gede Rasa jadinya. Ku laju lagi motorku menuju sekolah. Lagi - lagi kuparkir si blade dengan segeletaknya. Kali ini suara yang terdengar makin nyaring. Setelah aku masuk ke dalam ternyata mereka sedang bersiap - siap. Mereka kaum laki - laki cilik yang melihatku datang langsung menyapaku, "mas, mas, main tebak - tebakan yuk lah !" dengan logat khas Banyumasan mereka mengajak ku bermain tebak - tebakan. "Mas, nyong nduwe tebak - tebakan. Nasi - nasi apa, sing teyeng mabur ?" aku pura - pura tidak tahu saja biar mereka senang. Sebenarnya aku tahu, pasti jawabannya Nasi yang nempel di pesawat. Basi menurutku, tapi kuingat dulu waktu aku masih kecil tebak - tebakan itu pernah lucu dimasanya. Setelah main tebak - tebakan, salah satu dari mereka kaka namanya lalu menghampiriku dan memanjati tubuhku, dengan sigap ku gendong dia. Tangannya dijulurkan ke atas, jarinya dikepal layaknya superman. Setelah kugendong sampai atas Kaka bersorak "yeeeaaaaay"  teman - temannya ikut menyambut sorakan kaka. Sekolah menjadi tambah berisik karena sorakan mereka. Kebahagiaan tersendiri bagiku melihat mereka tertawa lepas, meski akhirnya aku merasa lelah karena mereka iri minta di gendong seperti kaka sehingga aku harus bergantian menggendong mereka satu persatu.

Acara sudah mau dimulai, dan hujan turun. Panggung yang ada di kebon singkong sumampir basah. Para Relawan Bhinneka Ceria langsung cepat tanggap dan memindahkan panggung ke dalam sekolah. Mereka yang ku kenal begajulan dan belecetan itu ternyata bisa juga kerja keras haha. Anak - anak pun beramai - ramai kembali ke sekolah karena cuaca menyebabkan acara harus dipindah didalam ruangan sekolah Bhinneka Ceria.

Acara Mulai, aku naik ke atas panggung untuk membuka acara. Tak perlu rasanya aku menjelaskan apa yang aku lakukan diatas panggung. Kurasa semua sudah tau apa yang biasa dilakukan seorang MC. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu "Kasih Ibu" mereka bernyanyi disaksikan oleh ibunda mereka tercinta. Ditengah - tengah mereka bernyanyi aku teringat ibuku, yang memang nyebelin, namun entah mengapa ngangenin. Setelah mereka bernyanyi, mereka memberikan bunga kepada ibundanya masing - masing. Kulihat ibu dari anak - anak itu tersenyum mendapatkan bunga dari anaknya. Ada yang menciun kening anaknya, memeluk erat anaknya, mencubit pipi dan banyak lagi yang aku lihat tapi malas aku tuliskan disini.

Semua rangkaian acara telah selesai. Aku lelah juga memandu acara anak - anak haha. Sejenak ku terduduk, kembali lagi ku teringat ibuku yang nyebelin itu. Terlintas dipikiranku saat itu, aku ingin menjadi kecil kembali. Dimana kasih sayang seorang Ibu sangat kurasa, bahkan sampai sekarang. Ia mengarahkanku dengan sepenuh tenaga hingga aku menjadi besar seperti ini. Kadang aku berfikir, apa aku sudah membalas semuanya ? Aku sendiri tahu, jawabannya belum. Maaf Ibu, sedari kecil aku tidak pernah berprestasi. Tapi ibu harus tahu, aku disini sekarang sedang berjuang menjadi sesuatu. Sesuatu yang dapat membuat ibu bahagia, sesuatu yang dapat membuat ibu tersenyum, dan sesuatu yang dapat membuat ibu bangga.

Selamat Hari Ibu. Untuk seluruh Ibu - Ibu di Dunia :)

Hanifan Satria.

Sabtu, 14 Desember 2013

Aku dan Kopi

"Beri aku secangkir kopi di pagi hari, maka aku akan merubah dunia." Sebuah rangkaian kata yang pernah kulihat di sebuah kafe di kota satria. Aku setuju dengan rangkaian kata itu. Aku adalah seorang pengagum, penggemar, dan penggila kopi.

Sejarah panjang terbentang jika aku mencoba menerawang bagaimana aku bisa secinta ini dengan kopi. Aku selalu ingat, ketika aku masih berfantasi dengan imaji masa kecilku, ayah ku selalu menyendokiku air hitam pekat itu. Tidak salah jika akhirnya, aku selalu mencuri-curi seseruput air kopi dari gelas ayah ku. Nakal, tapi aku suka.

Banyak orang yang memaknai kopi hanya sebatas minuman yang bisa membuat kita menghilangkan kantuk. Bahkan para ekstrimis pembenci kebiasaan ku mengopi sering bilang bahwa kopi itu jahat, suatu saat ginjalmu akan kenapa-napa. Tapi aku punya pandangan lain tentang secangkir kopi.

Kopi, entah apapun jenisnya selalu membuat semua pecintanya jatuh, dan akan selamanya jatuh cinta dengannya. Dan bagi para pecandunya, kopi itu cinta. Hanya ku bolak-balik saja. Tapi nyatanya begitu.

Didalam secangkir kopi, terdapat rindu yang selalu berseru. Dikala para pecintanya tertekan dengan semua aktivitas bumi yang kian menjemukan, secangkir kopi bagai mata yang menatap raja ampat. Ahh surga. Dan tahukah kalian, ketika lidah menyentuh tepi cangkir dan akhirnya menemukan air hitam pekat itu rasa rindu yang sebegitu dalam terlampiaskan sudah. Rasanya sama, seperti menemukan cinta yang lama dinanti. Percayalah.

Ada lagi, ketika air kopi mulai menjalari seluruh rongga mulut, firdaus rasanya mendekat. Lebay memang diksiku. Ah tak apalah, memang itu yang kurasa. Mataku mungkin akan terpejam dalam, menikmati cinta yang larut dalam air hitam pekat itu. Otakku yang jarang berpikir pun mendadak tambah malas berpikir dan hanya terkonsentrasi pada cinta yang larut tadi.

Lewat sudah rongga mulut, melintasi tenggorokan yang akhirnya akan disaring racunnya di hati lalu akan berlabuh di wc sabagai air seni. Terlihatnya sia-sia ya, tapi sepeninggal ia banyak efek yang dirasa. Semangatku meninggi, mataku seperti terkena tetesan obat mata, penatku lenyap dibawa hangatnya secangkir cinta. Aaaah sudahlah, aku cinta kopi. Apapun alasannya apapun yang kurasa, aku sudah jatuh. Bahkan sebetulnya banyak yang ingin aku deskripsikan tentang secangkir kopi dan aku. Hanya saja cinta selalu sulit dideskripsikan. Ini bukan alibiku, tapi bisa jadi.

Dan belakangan ini, sesorang berkata kepadaku "kalau suatu saat kamu lelah berjuang, ayok kita bikin kopi, kita ngopi, lalu saling bertukar cerita." aaaahh, aku sudah menemukan Cinta + Cinta jadi luar biasa Cinta. Akhirnya, aku punya partner gila sekaligus pecinta kopi seperti yang pernah aku bayangkan selama ini. Sepertinya Cinta sudah berpihak padaku. Dan akan kujaga keberpihakanmu. Absurdnya Cinta.

Rabu, 11 Desember 2013

Baiknya Kutumpahkan

Tetesan embun pagi itu kurasakan adanya. Membasahi hatiku yang sudah lama kering karena menanti, mengharap, dan menaruh masa depanku pada manisnya masa lalu yang selalu kusayangi.

Jalanku terjal untuk sampai pada titik ini, dan aku tidak sungkan untuk mengakui salahku karena terlalu menyayangi masa lalu hingga aku pernah menyakiti. Bukan seperti itu maksudku. Aku tidak punya niatan apapun, hanya saja aku tidak akan bisa berbohong saat itu aku masih menyayangi masa laluku. Maafkan kepecundanganku yang tak pernah mengucap maaf.

Itu semua sudah berlalu dan harus kuceritakan satu hal tentang aku yang berdiri di titik ini. Titik dimana aku merasa aku sudah usai. Jalan terjalku sudah finish. Tapi bukan berarti aku boleh lengah. Mungkin setelah jalan terjal ini terlewati, akan ada hujan badai. Aku hanya harus bersiap, menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi.

Semesta rasanya tahu, aku yang mulai keram pipi ini masih terbuai dengan euforia finish dari jalan terjal itu. Dan ia pasti akan mengirimkan sinyalnya melalui alam jikalau aku harus terus berjuang, mengubah euforia ini menjadi sesuatu yang melebihi itu: Sebuah kebahagiaan, yang abadi.

Ia Belinda. Orang yang ternyata ada di ujung jalan terjal itu. Dia hadir, ketika aku tengah muak sampai putus asa akan mencari dan menanti.

Tatapan mata pertamaku dengannya malam itu, rasanya bagai menemukan dunia baru. Dunia dimana aku mulai mengerti siapa sebenarnya aku. Atau mungkin aku terjebak pada rumah kaca, yang kemanapun aku melangkah menjelajahi rumah itu, yang aku lihat hanyalah pantulan diriku sendiri.

Saat ini, aku memohon izin pada semesta. Agar semesta merestui aku yang keram pipi ini akan terus selamanya begini. Berhenti mencari, berharap dan menaruh. Tetapi mulai menata, merangkai, dan merancang dunia baruku bersama dia. Belinda.


Senin, 02 Desember 2013

Dongeng Orang Gila yang Beneran Gila

Gak tau, sebuah kata yang terlontar dari orang gila yang saat ini duduk disebelahku. Terus, dia nyuruh aku buat nulis terus. Agar semakin gila dan selalu gila apaan ? kaaa kata-katanya. Oke akhirnya dia diam karena semua kata-katanya aku tulis ditulisan ini.
Terus aku bertanya, "kalo laptonya baterainya lowbet gimana ?" "ya tinggal di charge" "layaknya hati yang lowbet harus diisi lagi" begitu kata dia yang berjanji mau diam tetapi akhirnya ngomong lagi. terus dia ngomong oke diem lagi.

malam itu, hari apa dan tanggal berapa aku lupa. yang jelas malam itu ada acara kue lapis. aku gak pernah liat orang gila ini sebelumnya. entah kenapa aku jadi pengen tahu dia gila beneran apa enggak. dan ternyata sepulang dari acara kue lapis. aku tidur-tiduran terus aku ngebuka twitter. ada orang gila follow aku. biasalah artis. terus, aku follow back dia padahal artis gak pernah follow back fansnya loh. lalu, entah kenapa akhirnya aku minta nimernya dia. karena aku sadar ternyata dia lebih artis dari aku. yesss, kata orang gila yang duduk disampingku ini. dia maksa loh biar aku nulis gini.

aku dapet juga tuh nomernya, tadinya sih mau nggak di save, cuma karena aku penasaran akhirnya aku sms duluan. yaudah. lanjut ya, setelah aku sms, aku bilang sama dia kalo lagi ada tugas suruh neliti konflik dalam keluarga, karena aku lagi smsan sama orang gila ini, yaudah akhirnya dia yang aku interview.

udah aku interview, pulangnya aku sms dia lagi. ternyata dia lagi sakit batuk. terus, katanya pipinya ada merah-merah gitu. akhirnya, aku dengan jiwa pahlawan dan inisiatif yang tinggi. aku mau deh nganterin dia ke RS. kasian soalnya dia jomblo, yang lagi nulis juga jomblo sih. yaudah deh, aku anterin dia ke RS, malem itu aku deg-degan soalnya aku belum pernah boncengin orang gila, biasanya sih yang diboncengin pada waras.

sampe juga di RS, aku nulis Rumah Sakitnya RS aja ya, biar cepet. oke, akhirnya kita duduk berdua di depan poli kulit dan kelamin bukan kulit kelamin. karena dokternya juga artis, jadi nunggunya lama deh. akhirnya dokternya dateng juga. orang gila ini masuk kedalem ruang periksa. gak begitu lama dia keluar. mukanya kayak nahan ketawa gitu. terus dia duduk disamping aku lagi. habis itu dia ngomong "kamu tau nggak aku kenapa ?" "dokternya bilang, mbak tau yang di tv nggak ?" "mbaknya kena tomcat tau." hahaha aku ketawa deh, kasian yah dia, udah gila, kena tomcat lagi. kalo ada yang sedih boleh donasikan sebagian receh anda kok.

abis itu aku anterin dia pulang, eh tapi aku laper, dia juga. jadinya kita makan sate deh. penting gak ? katanya sih nggak. ah tapi apa perduli kalian. aku sih kenyang makan sate, kalo dia kenyang banget. aku rasa ini lebih penting daripada yang tadi. karena ini menyangkut urusan perut dengan sistem pencernaannya. tadinya mau sekalian cerita sistem pencernaan. tapi aku yakin, kalian lebih pintar kok daripada aku. karena kalian tidak gila.

ah, mau cerita semuanya tapi males. yaudah dicepetin ajadeh. dan malam ini, aku duduk disamping orang gila itu, kalo kalian mau tahu, adanya tempe. jayus ya ? haha. ini serius loh, kalo kalian pengen tau, namanya abel, twitternya cari aja sendiri ya, nanti kalian pada genit sama dia, lagian pada ga sanggup juga sih genit sama orang gila. kalo aku kan gila, makanya aku sangat sanggup. kalian harus tau ini, dia adalah orang yang membuatku jadi beneran gila, walaupun sebenarnya udah gila. tapi tetep gilaan dia. tadi aku habis disuapin loh sama dia haha. oke fokus. eh, aku disuapin lagi dong.

aku mau dijejelin cicak lagi, dasar orang gila. oke lanjut ya, dimalam yang ramai ini, aku gak ngerasa kesepian karena ramai. tapi, terkadang ada orang yang merasa kesepian ditengah keramaian. tapi itu bukan aku, karena disampingku ada orang gila yang selalu menemaniku untuk menjadi gila seutuhnya. ada satu yang terlintas dipikiranku saat ini, mau nggak dia terus jadi temen gilaku ? karena aku bingung dengan siapa lagi aku harus jadi gila jika ia nggak mau gila lagi. aku selalu berdoa kepada Tuhan agar ia selalu gila. semoga ia selalu gila. duh gak ada ide lagi mau nulis apa. yaudah kuakhiri aja tulisan ini. terus, aku disuapin lagi. kata dia, lanjut ini deadline loh, dasar orang gila.

mungkin ini akan menjadi paragraf terakhir, jika aku tidak muter-muter lagi nulisnya, sumpah ini akan jadi yang terakhir. sekarang aku lagi mikirin closing statement buat tulisan ini. ternyata aku harus muter-muter lagi nulisnya. tuh kan, ah elah. katanya biar aku fokus dia mau diem, oke. percuma juga aku gabakalan fokus. fokusku hanya untuk orang yang ada disampingku ini. sekarang malah bingung dia diem. ketahuan deh ini tulisan orang bingung. tanganku gemeteran loh, aku lagi mikir ada gak sih orang gila pacaran sama orang gila ? tapi aku maunya ada. hai orang gila yang ada disampingku, maukah kamu menjadi pacar gilaku ?

Minggu, 01 Desember 2013

Sumitro yang mencari

Hari sudah sore, matahari mulai berpindah tempat ke tempat yang membutuhkan sinarnya. Sedangkan shift jaga malam digantikan oleh bulan yang walaupun sinarnya tak seterang matahari tapi selalu berusaha untuk menerangi gelapnya malam.
Semua tanda alam itu adalah alarm Sumitro yang suka dipanggil katro sama Ia untuk merapihkan lapaknya sekaligus mengakhiri aktivitas jualannya.

Setelah semuanya terkukut rapih, sumitro mendorong gerobaknya menuju istana tempat sumitro mengistirahatkan tubuhnya. Istananya tidak begitu jauh dari tempat dia berjualan, kira-kira 1 kilometer lah tapi tetap terasa capek. Apalagi sambil dorong gerobak, belum lagi kena macet di jalan, maklum lah, gerobak tak memiliki kemampuan menyelip sedinamis motor. Reksiko berdagang di tepi jalan protokol.

Tubuh sumitro yang jangkung dan kerempeng itu dengan lesu mendorong gerobaknya menuju istana alias rumahnya. Rambutnya yang gondrong terkibas - kibas bak model iklan sampo karena angin berhembus kencang sore itu. Asap knalpot kendaraan yang melintas membuat hidungnya kembang kempis karena dia males menghirup karbon hasil pembakaran kendaraan - kendaraan yang semakin hari kian tak terbendung jumlahnya.

Sampai di suatu lampu merah, Sumitro melihat dari kejauhan. Seorang wanita berparas ayu, rambutnya panjang, matanya dua, hidungnya satu lubangnya dua, bibirnya satu dan kupingnya dua. Sedang menyebrang jalan melewati zebra cross.

"dina bukan yah ?"
Sumitro membatin.
Perempuan itu semakin mendekat kearah Sumitro.
"itu dina. Jelas itu dina."
Sumitro meyakini dirinya.
"Dina Dina !!"
Panggil Sumitro yang ternyata sudah yakin.
"Troooooo"
Balas dina yang menengok lalu histeris.
Setelah berhasil menyebrang jalan, Dina menghampiri Sumitro yang langsung meminggirkan gerobaknya ke tepi jalan. Bangku plastik yg ditaruh diatas gerobak diturunkannya agar dia bisa berbincang sambil duduk dengan Dina.

"Troo, apa kabar ?" sapa dina kepada Sumitro yang membuka percakapan diantara mereka berdua. "Aku baik din, kamu kemana aja ? Ia tadi siang main ke lapak ku. Katanya kamu ingkar janji sama Ia ?" si Sumitro langsung nembak tanpa basa-basi. Membuat Dina yang tadinya sumringah karena sudah lama tak bersua dengan Sumitro, menjadi diam dan kaku, kemudian bibirnya mulai bergetar, diikuti dengan air mata yang perlahan menetes dari kedua bola mata Dina. Sumitro yang membaca bahasa tubuh Dina jadi ikut terdiam.
"din, maafkan aku. Bukan mau aku untuk mengulik masalahmu. Hanya aku sedih melihat sahabatku Ia. Ia jadi sering 3M, Merenung, Membisu, dan Manyun. Tapi itu hak kamu din, mau menjawab pertanyaanku atau tidak, aku mengerti."
Dina beranjak dari kursi sambil mengelap air matanya.
"Tro, aku permisi dulu ya. Tolong sampein ke Ia. Aku minta maaf." Air matanya masih menetes. Ia pergi meninggalkan Sumitro yang sudah semakin bingung dengan apa yang terjadi antara sahabatnya Ia dengan wanita yang baru saja pergi meninggalkan Sumitro sendiri.
Sumitro langsung menaikkan kembali bangku plastik tadi ke atas gerobaknya. Di dorongnya gerobak cendolnya menuju istananya yang indah.

Sepanjang perjalanan, Sumitro selalu memikirkan apa yang sebenarnya terjadi antara Ia dan Dina. Jika Dina tidak ada apa-apa dengan Ia, mengapa Dina jadi  emosional ?, mengapa dina menangis ?. Sumitro semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Timbul niatan untuk mempertemukan Ia dan Dina, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk terus mencari. Sebuah jalan agar sahabatnya bisa kembali tersenyum, seperti dahulu.

Ikan Cupang

Byurrrr, berenang aku mengitari baskom yang menampungku untuk sementara. Airnya jernih tak sekeruh gelas kaca yang sudah satu minggu ini menjadi rumahku. Aku suntuk dengan botol kaca itu, gerakku terbatas di situ-situ saja. Seandainya aku boleh demo sama pemilikku, aku ingin sekali dipindahkan ke akuarium 30X15 cm. Biar lega.

Oh iya maaf sebelumnya, namaku Kancup. Nama ini diberikan sama mas deri pemilik ku yang secara resmi membeliku dari kang sono sang juragan cupang. Aku sendiri bingung apa filosofi dari nama “Kancup”, namanya jelek banget. Kalo aku boleh milih, namaku seharusnya statham atau jet li, karena kemampuan tempurku gak kalah cantik sama mereka. Perlu kalian tahu, ditangan kang sono aku telah mengikuti Training Camp selama 3 bulan dan menjajal spesies cupang internasional, satu dari Amsterdam, dua dari London dan satu dari Nashville.

Tapi ditangan mas Deri, aku hanya dijadikan cupang cupu yang dikasih makan encu. Tidak ada training camp apalagi uji coba internasional. Sungguh bosan bekerjasama dengan mas Deri ini. Aku udah gak sabar mau nyupang lawan-lawanku. Kalau saja ada satu cupang yang nyebur ke baskom ini, sudah ku robek-robek siripnya.

Kebosanan pun harus berlanjut lagi. Mas deri ngejaring aku dan nyelupin aku kedalam botol kaca. “MAS, AKU INI CUPANG BUKAN JIN BOTOL”. Ingin rasanya ku menggerutu sama mas Deri kalau bisa.

Setelah itu, mas deri memegang rumah botolku dan memindahkannya disudut lemari. Dituangkannya rombongan encu kedalam botol. Asal kamu tahu mas, aku ini cupang generasi modern. Gak doyan lagi sama encu, aku butuh cacing beku yang kandungan gizinya lebih baik dan menunjang karirku sebagai cupang adu. Karena aku gengsi makan encu didepan mas Deri, kutunggu perginya mas deri baru ku makan encu got tak bergizi itu.

Hari ini, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Mas deri mengeluarkan aku dari botol kaca sempit sialan itu lalu dipindahkan aku ke baskom. Aku melihat mas Deri memegang kayu yang ujungnya dililit dengan karet gelang. Perlengkapan yang biasanya digunakan oleh trainer cupang profesional. Sudah saatnya aku bersiap, aku harus menunjukkan performa terbaik ku. Training Camp ala Mas Deri, DIMULAI !!!

*ceritanya bersambung broh*

Senin, 25 November 2013

Ia dan Sumitro

Ia, kalian masih ingat dengan si ia ? Ia yang selalu menanti di ujung gang itu. Sekarang dia sudah pergi meninggalkan ujung gang itu dan melesatkan motornya secepat marc marquez.

Alasannya sudah bisa kalian tebak, yang ia nanti memang tidak pernah muncul di hadapannya. Yang ia nanti tidak pernah ada untuknya.

Ia mungkin tidak pernah bisa menampakkan kesedihannya. Karena gengsinya sebagai seorang laki-laki yang harus terlihat tegar. Apapun yang terjadi kepadanya.

Sampai akhirnya ia merasa lelah di perjalanan. Ia menghentikan motornya di depan gerobak penjaja es cendol sumitro. Sumitro adalah seorang tukang cendol favorit ia yang selalu mengerti kemauan si ia. Kalau ia berhenti di depan gerobak, tanpa ada omong apapun sumitro langsung memberikan segelas es cendol kesukaan ia. Sumitro juga tempat ia mencurahkan segala keluh kesahnya, mulai dari masalah kuliah, hingga masalah percintaan ia yang sebenarnya sumitro malas untuk mendengarkan. Sumitro usianya lebih tua setahun daripada ia. Mereka sebenarnya adalah teman bermain sejak masih kecil dan sumitro selalu jadi penghibur setia ia dikala ia sedang murung. Cuma karena mereka berbeda nasib, sumitro berbeda dengan ia yang mampu melanjutkan kuliah sedangkan sumitro harus berjualan es cendol.

Tapi hari itu, ia menolak es cendol dari sumitro dan membuat sumitro merasa heran juga kesal. Kan sayang tuh es cendolnya.

"kenapa sih ia ?" "kamu beda banget hari ini."
"biasa tro, si dina."
"ada apa sama dina ?"
"dia gak pernah mau jalan lagi sama aku." "hari ini dina janji mau ketemu, tapi mana ? 3 jam ku sia-sia cuma karena dina yang egois." "aku nyerah tro..."

Sumitro bingung, karena ia sebelumnya belum pernah sekecewa ini karena dina. Dina terhitung sering membuat ia kecewa. Dulu ia pernah di tinggal oleh dina lantaran dina dekat dengan pria yang lain yang mungkin lebih lebih lebih dari si ia. Sampai akhirnya dina tersakiti dan dina kembali pada ia. Sumitro pun kesal karena ia yang bodoh. Buat apa mau menerima kembali ? Kamu sudah disakiti.

"Tro, apa aku berhenti aja yah tro."
"aku gabisa buat apa-apa ya, itu pilihan kamu ya." "jalanin apa yang kamu yakinin aja !"
"aku yakin tro, cinta ini suatu saat akan berbalas. Tapi..."

Sumitro menatap dalam mata ia dan mulai menunjukkan muka serius. Akhirnya, sumitro memotong perkataan ia yang  membuat sumitro gregetan.

"Tapi apa ? Jangan jadi bodoh !" "sudah berapa kali kamu dibuat seperti ini ?" "kamu itu, cuma dianggap teman biasa sama dina."
"iya tro, aku paham maksud kamu."
"Sudah 3 tahun aku melihat kamu muram karena dina." "kamu ini udah aku anggap adik sendiri.
Apa tega seorang abang melihat adiknya sedih kayak sekarang ini ?"

Tiba-tiba ia nyengir sambil nahan ketawa.

"dramatis amat sih tro, iyak abangku makasih banyak ya. Sini adik cium sini." si ia memanyunkan bibirnya.

Tawa mereka berdua meledak seketika. Sumitro yang dimata ia tukang lawak mendadak jadi mirip artis FTV dan itu membuat ia geli karena nggak biasanya sumitro seperti itu.

"kamu cocok tro, gantiin Raffi Ahmad main FTV." "huahahaha"

Si ia ngakak lagi. Bahkan lebih kenceng. Untung aja lapaknya sumitro lagi sepi.

"yeh, si ia. Dikasih tau malah ngeledek. Awas nanti curcol lagi, abang getok pake cidukan cendol."

Bales sumitro sambil cengengesan gak jelas.

Hari itu, karena bertemu dengan sumitro. Ia merasa sedikit terobati  rasa kecewanya akan si dina yang mulai cuek kembali terhadap ia. Beribu pertanyaan muncul di benak ia. Hanya saja, ia cuma bisa menduga dan tidak pernah bisa menjawab beribu pertanyaan itu. Biarlah waktu yang mengambil peran untuk membuktikan semuanya.











Serial ia, Insya Allah akan terus tertulis di blog ini :). Hanya sedang belajar berkarya. Mohon kritik dan sarannya ya :)

Sabtu, 26 Oktober 2013

Di Ujung Gang


Sudah satu jam ia menanti, kadang ia celingukan mendelok ke dalam gang. Aku yang menulis cerita ini merasa sungguh prihatin dengan kondisi ia yang Cuma celingukan. Sebagai orang yang prihatin, aku lanjutkan saja menulis tentang ia yang sedang menanti sambil celingukan. Ia masih setia berdiri disana, aku pun heran mau-maunya ia menanti sebegitu lamanya.
             
           Akhirnya, ada juga yang nongol dari ujung gang, si ia memandang dengan melotot sembari meneliti apakah yang dilihatnya memang yang ditunggu. Oh, ternyata bukan. Si ia pun akhirnya jongkok gara-gara sudah satu jam lebih lima menit ia berdiri di ujung gang. Aku prihatin kembali, “kenapa nggak ditinggal aja ?” “kenapa ia nggak bawa kebut motornya aja ?” “kenapa ?.”
             
          Si ia mengeluarkan telepon selulernya dari saku jaket sebelah kanannya, kemudian jarinya menari diatas layar hapenya yang sentuh itu. “kamu dimana ?” ia mengirim pesan singkat kepada yang ditunggu. Di genggam hapenya dan sesekali ditengok. Kamu tau sapi kalo lagi makan rumput ? ya, begitulah si ia yang dari tadi kepalanya naik turun ngelirik layar hapenya. Tangannya masuk ke saku sebelah kirinya lalu dirogoh isinya dan keluarlah sebuah earphone dari kantongnya. Si ia ribet sendiri lantaran kabelnya kusut. Udah lurus kabelnya, colokan jacknya dipasangkan dengan bolongan jack yang ada dihapenya, dibukalah aplikasi musik di hapenya. Setelah bolak-balik ngeliatin playlist yang ada, Rossa – Menunggu jadi pilihannya. Mungkin ia pikir pas dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan lantaran terlalu lama menunggu.
            
         Proses mengeluarkan earphone, merapihkan kabel yang ruwet, dan milih lagu yang ada di playlist ternyata memakan waktu 25 menit. Siapa sih yang ngitungin ? kok rajin banget ?. 25 menit tadi menggenapkan waktu ia yang ternyata sudah menunggu selama 1 jam 30 menit. Sekarang Rossa – Menunggu sudah “move on” ke Jaja Miharja – Cinta Sabun Mandi. Gak sadar juga si ia kalo pantatnya geal-geol sendiri. Sambil geal-geol ia nggak lupa untuk terus nengok ke dalam gang kalau saja yang dinanti tiba-tiba muncul, ia sudah siap dengan senyum sumringahnya.
           
         Cinta Sabun Mandinya selesai, si ia memasukkan tangannya kedalam saku celana jeans sebelah kanannya. Ternyata si ia ngambil sebungkus super dari kantongnya, dicomotnya sebatang. Si ia tiba-tiba berdiri, oh nyari korek rupanya. Ternyata koreknya ada di saku celana jeans belakang sebelah kiri. Jongkok lagi si ia, super yang dari tadi ia pegang disela-sela jari telunjuk dan tengah tangan kanannya dibakar juga. Sebatang super lalu dihisapnya dalam-dalam “paaaahh” dikeluarkannya asap putih yang mengepul dari mulutnya. Sambil nyuper, si ia ngganti lagu dari playlistnya. Oh, ada lagunya The Corrs – Everybody Hurts di playlistnya. Dipijit layarnya lalu berdendanglah lagunya The Corrs. Si ia yang dari tadi geal-geol mendadak jadi kalem gara-gara Everybody Hurts. Galau kali ye.
             
        Ia masih kayak sapi yang lagi makan rumput. Gara-gara belum ada balesan, ia ngeliat jam dan gak sadar si ia ternyata udah 1 jam 45 menit ia menanti orang yang dinanti di ujung gang. Kaget sendiri ia. Kagetnya udah ilang, ia ganti lagu lagi dari The Corrs, ia milih lagunya Rocket Rockers yang judulnya Ingin Hilang Ingatan Itu. Mungkin ia pengen pura-pura lupa kalo ia lagi nunggu. Masih kalem juga si ia dengerin lagu itu. Habis ganti lagu, ia nengok ke dalam gang. Ada yang keliatan dari sana, seseorang yang terlihat sedang menuju kearah si ia. Dekat dan semakin mendekat, langkahnya berat dan rada miring ke kiri jalannya. Oh, ternyata yang dilihat si ia orang yang lagi nganterin gas elpiji 3kg ke warung yang ada di gang itu. Nasib oh nasib, kecewa juga si ia. Untuk mengobati kekecewaannya, si ia ganti lagu Ingin Hilang Ingatan ke lagunya J-rocks yang Ceria. Ia nggak kalem lagi, ia mulai komat-kamit ngikutin lirik lagunya J-rocks. Alhamdulillah, wajahnya ia jadi ceria juga.
             
       Masih konsisten dengan ngangguk-ngangguk ngeliatin layar dan celingak-celinguk kedalam gang, si ia ngeliat ada yang muncul dari ujung gang. Tapi kok rame-rame ? Tapi kok naik motor ? kok, ada orang yang tampilannya jepang-jepangan gitu ? kok, kaya video clipnya J-Rocks yang Ceria ? oalah, saking menghayatinya si ia sampe berhalusinasi gitu. Aku sampe sedih, kok segitunya si ia nunggu dan akhirnya berhalusinasi sendiri.
            
        Sudah genap dua jam ia menunggu, kelakuan si ia mendapat perhatian dari penjaga warung yang ada di gang itu. “ini orang ngapain ? lama banget dua jam nangkring di situ ? jangan-jangan ia maling lagi survey.” Si ia berdiri dan berjalan menuju warung, baru seperempat jalan si ia balik lagi gara-gara kunci motornya masih nyantol di motor. Sudah dicabut dan diamankan di saku jaketnya lalu ia kembali berjalan menuju warung. Pemilik warung yang melihat gelagat si ia ketakutan lalu buru-buru menutup warungnya. “BANGKE, orang gua mau beli aer malah tutup.” Gerutu si ia. Masih kesal, ia kembali ke singgasananya di ujung gang. Ia nyetel lagunya Endank Soekamti – Semoga Kau Di Neraka. Aku paham kok, si ia kesel.
           
         Setelah kejadian tadi, si ia tertidur di ujung gang. Wajahnya lelah, mungkin karena terlalu lama menanti. Aku sedih sekaligus kasihan dan sedikit kesal karena ia yang tiada bosannya menanti. Si ia terbangun, ia langsung nengok ke dalam gang. Yang dinanti belum juga nongol. Ia berfikir jangan-jangan, yang dinanti sudah datang. Tapi logikanya menjawab tidak mungkin kalau yang dinanti sudah datang, tidak membangunkan ia yang masih tertidur. Ia spontan mengecek telepon selularnya, belum juga ada balasan. Ia lalu kembali memasang earphone yang tercabut dari telinganya sewaktu ia tertidur. Ia masih menanti, menanti, dan menanti.
              
          Aku yang menulis ia yang sedang menanti akhirnya bosan juga. Ngapain aku mikirin orang yang lagi nunggu ? heran. Mungkin kamu yang lagi baca juga mikir, “si ia bego banget, mau aja nungguin selama itu ? mending cabut.” Atau ada juga yang mikir “salut yah, mau nunggu selama itu, hebat.” Apapun yang kalian pikirkan, itu sah-sah saja dan tidak melanggar hukum. Aku pun sebenarnya salut sama ia, ia rela mengorbankan waktunya demi menanti, dan sampai aku mau menyelesaikan tulisan ini ia masih berharap yang dinanti datang. Dan jika kamu adalah salah satu yang bertanya “kok ada sih, orang yang mau nunggu sampe segitunya ?” jawabannya ada.

Yaitu si Ia, yang tetap setia dan selalu yakin kalau yang dinanti akan hadir dan ketika yang dinanti akhirnya datang, Ia selalu siap menyambut dengan senyum terbaiknya.
           
           

Rabu, 21 Agustus 2013

Lebaran Tahun Ini

Udah mau dua minggu kita lewatin lebaran, dan kalian tau betapa menyenangkannya lebaran tahun ini. Bukan karena gua bisa ngabisin duit bokap gua buat beli baju lebaran. Tradisi di keluarga gua udah berubah semenjak gua dan ade2 gua besar. Kita lebih suka kumpul dan guyon ketimbang pergi belanja.

Lebaran tahun ini awalnya memang gangenakin, harus dapet kabar pakde gua meninggal dunia. Padahal sebulan sebelumnya gua baru aja ngobrol sama dia diteras rumahnya di gombong. Akhirnya sekeluarga kita langsung berangkat, tapi gua nyusul sorenya bareng sama mas iyus sepupu gue yang bisa nyetir karena gua sampe saat ini gak bisa2 nyetir -_-. Di mobil gue ada istrinya sepupu gue mba mercy sama anaknya, ada juga mba hesti sama anaknya juga, mas widi juga ngikut. Dan kita menempuh perjalanan selama tujuh jam.

Sampe disana suasana duka masih kerasa, pakde gua udah gk ada. Sedih lah pasti apalagi dia baik banget. Kalo gua kesana pasti dibawain makanan banyak banget buat stok dikosan.

Sehari gua digombong, gua izin sama bapak gua mau ngikut mas iyus kerumah bapaknya (pakde gua yang lain) di batang. Alasannya ya karena gua pengen jalan-jalan, saat itu pikiran gua suntuk banget, butuh refreshing biar jadi semangat lagi. Dirumah pakde gua gak ngapa2in. Yang paling seru bercanda sama keponakan2 gue, si vanya, rara, dewa, rania, ikbar, sama ega. Mereka lucu2, suka ngatain gua om gendut, karena mereka gapernah bisa menerima kenyataan kalo gua udah kurusan dikit.

Tapi ada satu kejadian yang harus gua ceritakan disini. Keponakan gue yang namanya rania itu gak tau kenapa takut banget sama gue. Gue gendong dia kejer, gua liatin dia kabur, gua panggil dia nyariin emaknya. Sampe satu kali gua iseng, dia waktu itu lagi makan disuapin sama mba hesti ibunya dan isengnya gua muncul saat itu juga. Gua panggil si rania yang lagi asik ngunyah sambil main “rania rania, sini main sama om, rania nengok dong !!” tiba2 rania diem, gua seneng tuh, Wahh udah nurut nih si rania. Setelah itu dia balik badan, dia ngeliatin gua daaaaaannnnn… DIA NGELEPEHIN NASINYA BEGITU AJA DARI MULUTNYA KETIKA DIA NGELIAT YANG MANGGIL ITU GUE !!!!!. Gilaaaaa gilaaaaaaaa hina banget gua ya Tuhaaan… Apakah gue se-menyeramkan itu buat anak-anak ???? Kenapaa ??? Kenapa dia harus ngelepehin nasinyaa karena liat gue ??? KENAPAAAAAA ???

Habis itu gua diem, pergi begitu aja ninggalin rania dan ibunya yang dengan teganya ngetawain gua. Perasaan gua hancur, gua merasa jadi om yang paling gagal didunia… Lebaay lebay wkwk. Sebetulnya setelah itu gua bukannya jadi males deket sama rania. Justru makin getol karena gua seneng godain anak kecil dan bikin dia nangis. Gua sebagai om harus menunjukan otoritas gua disini, mereka harus tunduk dan patuh sama omnya hahaha.

Minggu, 11 Agustus 2013

Curhat Alus

Hari minggu yang panas, dan gua bingung mau ngapain. Tiba-tiba terlintas ide untuk blogging. Yaudah disimak aja dulu ya :)

Gombal Gembel !!

Neng, kok malem ini bulannya redup ya ? | hmmm iya sih kang | kamu tau nggak kenapa ? | tau, soalnya sinar bulannya ada di kedua bola mata aku :p | kok kamu tau sih ? | namanya juga, gombal gembel :p | oh gitu, oh iya neng kita pindah tempat aja yuk ! | ngapain ? Gausah kemana-mana kamu udah punya tempat khusus di hati aku :) | apaansih becanda aja, ayok pindah ! | kemana ? | ke laut | oh mau mengarungi lautan cinta kita ya ? | nggak | terus mau ngapain ? | mau nguras air laut | dih kurang kerjaan banget sih abang | abang cuma mau buktiin, walaupun dikuras, cinta abang ke neng gaada abisnya. kayak air laut :) | ihhhh si abaaang | apa neng ? | *heningsejenak* *cipokampeledesgapakengomong*

Akang, dengerin ira duluu | apa ira ku ? | kalo kita nikah nanti, aku pengen banget bulan madu di paris, kita bercinta dibawah menara eifel. Hmm pasti seru. | bawa tiker dong neng ? | hah ? Buat apaan ? | lah itu alasnya, kalo kerikilnya pada ngikut gimana ? | gapapa kang yang bergerigi lebih asik | ...

Ira sayang | iya sayang ganteng | di dunia ini, ada 3 hal yang paling aku sayang | apaan tuh ? | yang pertama, orang tua. Yang kedua keluarga aku. | terus yang ketiga apa ? | kehidupanku | terus aku gimana dong :'( | kamu udah jadi bagian hidup aku sayang :)

Abang | iya ira :* | aku bosen sama abang | kenapa ? | abang bisanya cuma gombal doang. Mana buktinya ? | maaf sayang, aku beda sama tje fuk, yang bisa memberi bukti bukan janji | ...

Udah ah cape bikin gombalan imajiner ini. Aduh, jadi gombal di blog dah gua. Maklum gaada yang bisa digombalin di dunia nyata... #curhatalus

Kamis, 20 Juni 2013

Membuka Asa Pengusaha (tugas SPI)

Membuka Asa Para Pengusaha
Oleh : Hanifan Satria (F1C012024)

            Apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini ? ditengah kondisi negara kita yang makin semrawut dan timbulnya krisis kepemimpinan di masyarakat, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang dapat memberikan terobosan baru, pemimpin yang mempunyai pola pikir praktis bukan hanya jago dalam hal mengkonsepkan sesuatu. Presiden kita yang sekarang ini menurut gua merupakan sebuah anomali, yakali presiden suka banget ngeluh dan berprihatin ria. Dan ini jadi aneh karena pak SBY presiden yang basic-nya adalah seorang militer. Militer mana yang doyan ngadu dan ngeluh ? gua juga belum pernah nemu yang kayak gini, sekalinya nemu dia adalah presidene dhewek loh sodara-sodara.
            Ini menjadi sebuah ketimpangan ketika dulu kita mengalami masa dimana negara kita dipimpin oleh seorang militer. Yaitu pak Harto dengan kediktatorannya, membungkam siapa saja yang akan menghadangnya, menyingkirkan siapa saja yang akan menentangnya, dan menjatuhkan siapa saja yang anti padanya. Berkat kediktatorannya, ia berhasil menjadi presiden dengan periode kepemimpinan terlama yaitu 32 tahun. Media dikekang dan tak banyak bersuara, sudah cukup banyak media yang dibredel oleh pak Harto. Namun gaya kepemimpinan seperti pak Harto tidak disukai oleh masyarakat, akhirnya pada bulan mei tahun 1998 Pak Harto mengundurkan diri sebagai presiden akibat dari banyaknya tuntutan masyarakat yang menginginkan pak Harto mundur.
            Masa lalu yang kelam itu sekarang udah saatnya ditinggalkan, yuk mari kita “Move On” ke era “Reformasi”. Era dimana Demokrasi yang agung dielu-elukan. Sistem Politik Indonesia yang sekarang menganut azas “Demokrasi” memperkenalkan kompetisi bebas untuk merebut kekuasaan. Kita gak terpaku lagi sama calon-calon konvensional dari tokoh besar partai politik dan kalangan militer namun dunia usaha juga menjadi salah satu sumber pemimpin yang menarik untuk dicalonkan.  Sebetulnya di Amerika Serikat nun jauh disana sudah banyak para pengusaha yang dengan pedenya mencalonkan diri sebagai calon presiden, beberapa diantaranya adalah Ross perot sang pendiri perusahan EDS (Electronic Data System) dan juga Steve Forbes si mpunya majalah “Forbes”. Sebetulnya sih ga usah jauh-jauh ke Amrik, di Thailand aja ada Thaksin Shinawatra yang saking kayanya dia bisa beli klub bola yang berkompetisi di Premier League Manchester City. Thaksin pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand, padahal dia dulunya adalah seorang pengusaha yang gak ngerti apa-apa soal perpolitikan.
            Di Indonesia sendiri, mulai banyak kalangan pengusaha yang udah nyelamin dunia politik dan beberapa diantaranya adalah para pemilik media besar di Indonesia. Aburizal Bakrie alias Ical atau yang dalam bahasa jawa artinya ilang ini merupakan ketua umum partai Golkar yang juga pemilik dari Viva News Group.  Kabar tentang pencalonan dirinya sebagai calon presiden memang sudah terdengar sejak pemilu tahun 2009. Saat itu dia masuk dalam bursa calon presiden di konvensi partai Golkar namun dirinya kalah bersaing dengan Jusuf Kalla sang pengusaha asal Makassar, yang pada Pilpres 2009 lalu berpasangan dengan Wiranto. Di tahun 2014 ini tentunya sangat berbeda dengan tahun 2009, Ical yang memangku jabatan sebagai Ketum Partai Golkar bakal lebih leluasa dalam memuluskan rencananya untuk menjadi calon presiden dari partai Golkar. Bahkan iklan dengan slogan “ARB For President” sudah mulai menggentayangi media-media nasional, apalagi di media punyanya dia sendiri seperti TV One dan ANTV bahkan di tiap jeda acara pasti ada iklan ARB bikin sekolah, ARB main di pasar, ARB ngejaring ikan, ARB diomongin kebaikannya sama anak-anaknya, yang belum ada Cuma iklan ARB main bola. Padahal dulu waktu piala AFF 2010 ARB kelihatan aji mumpung banget dengan mengundang Timnas makan malam di kediamannya sebelum final melawan Malaysia.
            Menurut inyong sih ya, tantangan yang dihadapi ARB dalam pencalonan dirinya adalah kasus “Lumpur Lapindo”  yang saat ini masih menyembur bur bak pompa air shimizu yang semburannya kenceng. Bahkan presiden kita bapak Susilo Bambang Yudhoyono, kalau membicarakan hal ini senengnya bukan main. Pada tanggal 14 Februari 2013 kemarin Bapak Presiden Yang terhormat menyentil bapak ARB soal kasus lumpur lapindo dengan mengeluarkan pernyataan seperti ini :
“Saya menerima kabar Lapindo belum menunaikan kewajibannya. [Dana] Rp800 miliar belum diselesaikan. Sampaikan kepada Lapindo kalau janji harus ditepati. Kalau main-main sama rakyat dosanya dunia dan akhirat,”
Kali ini inyong setuju banget karo pernyataane Yang Terhormat Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tunggakan 800 M ini harus segera dibayarkan ke semua korban lumpur, kasihan mereka banyak yang kehilangan rumah, dan sawah yang merupakan sumber rejeki-nya para warga Sidoarjo khususnya warga desa Porong. Dan kasus ini akan menjadi sasaran empuk buat lawan politiknya di 2014, jika tidak segera diselesaikan.
            Berikutnya adalah seorang pengusaha asal Nangroe Atjeh Darussalam yang bergerak dibidang  media dan dulunya adalah sahabat satu partainya ARB yaitu Surya Paloh. Beliau merupakan mantan kader Golkar yang merupakan pasukan sakit hati karena kalah bersaing pada pemilihan ketua umum partai Golkar tahun 2009. Padahal dari sekian banyak kader partai Golkar yang malu-malu kucing, Dialah yang paling ngotot ingin menjadi RI 1.
            Setelah kalah Surya  Paloh akhirnya membentuk Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang mengusung semangat “Restorasi” sebagai slogannya. Ormas Nasdem sendiri berhasil menggaet banyak tokoh nasional, salah satunya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono XI. Namun karena sebetulnya Ormas ini adalah alat Surya Paloh dalam mencalonkan diri pada 2014 nanti, akhirnya Ormas ini pun berubah fungsi menjadi Partai Politik. Jelas, banyak tokoh yang akhirnya mengundurkan diri dari kepengurusan Nasdem karena merasa Ormas ini sudah tidak sesuai peruntukannya. Sri Sultan pun akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.
            Setelah berubah format, akhirnya Surya Paloh terpilih menjadi Ketua Umum partai Nasional Demokrat. Terpilihnya bapak Surya Paloh sebagai Ketua Umum Nasdem pun menimbulkan kontroversi. Banyak dari pengurus DPC di berbagai daerah, mundur dari jabatannya. Belum apa-apa partai ini sudah banyak kisruh yang melanda. Kekisruhan ini pun jadi headline di banyak media massa dan itu secara otomatis akan berdampak pada menurunnya elektabilitas partai Nasdem di 2014 nanti. Menarik untuk dinanti adalah debut Partai Nasdem di Pemilihan Umum tahun 2014. Karena masih banyak masyarakat yang berekspektasi, Nasdem merupakan pilihan alternatif bagi para pemilih yang sudah jenuh akan partai konvensional. Juga sosok Surya Paloh yang diusung oleh partai ini, mampu nggak pak Surya Paloh memenangi Pilpres 2014 ? ya ndeleng bae ngko yak hehe.
            Masih dari pengusaha media, pengusaha yang baru-baru ini menarik perhatian publik dengan manuver politiknya. Pengusaha ini adalah Hary Tanoesodibjo, owner dari MNC Group. Pak Hary Tanoe sebelumnya memang gak pernah kedengeran sama sekali di dunia perpolitikan. Yang membuat namanya naik adalah ketika Iklan dirinya mendeklarasikan niatnya untuk berpolitik muncul di media. Pak Hary Tanoe bergabung dengan partai Nasional Demokrat dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar dan Ber-partner dengan Surya Paloh.
            Namun Keharmonisannya dengan pak Surya Paloh harus berakhir, rupanya antara Hary Tanoe dan Surya Paloh berbeda paham. Surya Paloh mengiginkan dirinya terjun langsung dalam struktur sebagai pimpinan partai. Hal itulah yang membuat Hary Tanoe mundur dari partai Nasdem. Ini adalah pernyataan oleh Hary Tanoe :  “Saya ingin mempertahankan struktur kepengurusan yang ada saat ini. Namun Pak Surya Paloh menginginkan perubahan dengan terjun langsung pemimpin partai," Hary Tanoe menginginkan Surya Paloh tetap mengisi jabatan Dewan Majelis dan mendukung tokoh-tokoh muda yang mengisi jabatan Ketua Umum. Karena ketidak sepahaman inilah membuat Hary Tanoe Berhenti dari partai Nasdem. Setelah hengkang dari partai Nasdem, hati nurani bapak Hary Tanoe akhirnya memutuskan untuk berlabuh di dermaga Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Keputusan ini menjadi pemberitaan di media selama kurang lebih seminggu.
            Dan yang terakhir adalah seorang pengusaha mebel yang sangat fenomenal setelah menjadi Wali Kota Solo. Dia adalah Joko Widodo yang akrab dengan panggilan Jokowi adalah seorang  kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kepemimpinannya di Solo selama dua periode sangat berhasil. Tata letak Kota Solo diperbaiki, pedagang kaki lima ditertibkan namun tanpa ada huru-hara. Pak Jokowi menerapkan sistem kekeluargaan dimana dia berdiskusi sembari makan malam bersama dengan para PKL sambil mencari solusi yang terbaik. Pak Jokowi juga terkenal dengan kebiasaan “blusukan” ke kampung-kampung, terjun kedalam masyarakat untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan meninjau apa yang sedah dibutuhkan masyarakat.
            Namanya semakin melejit ketika Pak Jokowi ikut bertarung dalam pemilukada dengan pasangannya adalah Basuki Tjahya alias Ahok. Secara mengejutkan pasangan ini mengungguli pasangan dengan hasil survei tertinggi yaitu Foke-Nara. Gaya memimpinnya yang santai dan memperlihatkan kesetaraannya dengan masyarakat inilah yang menarik simpati dari warga Jakarta. Adakah peluang untuk Pak Jokowi bertarung dalam bursa Pilpres 2014 ? kemungkinan itu ane rasa tetep ada gan. Apalgi saat ini PDIP kekurangan kader yang setara dengan Pak Jokowi. Namun Pak Jokowi sendiri sering melontarkan pernyataan bahwa dia hanya akan fokus membangun Jakarta sampai masa baktinya selesai. Tapi ane sendiri berekspektasi kalo Pak Jokowi maju jadi calon Presiden dan terpilih akan menjadi seorang pemimpin yang amanah dan tulus untuk mengabdi kepada masyarakat.

           
            Jika menjadi presiden apakah para entrepreneur tadi memberikan gaya kepemimpinan yang beda ? menurut David Osborne dalam bukunya yang judulnya panjang banget Reinventing Goverment: How Entreprenial Spirit Is Transforming Public Sector. menganjurkan agar sebaiknya pemerintahan dikelola selayaknya mengelola sebuah perusahaan sawasta yang sudah Go-Public. Prinsip-prinsip dan kiat yang membuat sebuah persahaan swasta maju harus menjadi model dalam menjalankan pemerintahan. Apa yang ditulis oleh Osborne, kini sudah diterapkan dalam pemerintahan negara modern.
            Yang bikin Capres dari kalangan Pengusaha lebih unggul itu kemampuannya dalam menerapkan semangat kewirausahaan swasta kedalam tubuh pemerintahan. Dibandingkan dengan Capres dari sektor lain, kemampuan pengusaha dalam bidang entrepreneurship itu lebih unggul. Jika dapat diterapkan secara konsisten, akan dapat membawa perubahan yang sangat signifikan dalam pemerintahan.
            Namun dalam berpolitik agaknya sangat sulit bagi para pengusaha untuk bersaing dalam mencalonkan diri sebagai presiden apabila dirinya tidak mempunyai popularitas yang kuat. Integritasnya boleh saja baik dan memiliki konsep yang baik dalam mengelola negara, namun apabila popularitasnya kurang maka habislah sudah. Public trust atau kepercayaan masyarakat juga tak kalah pentingnya. Semakin baik citranya dimata masyarakat, semakin besar pula peluangnya untuk menang. Dan tantangan terbesar bagi calon dari sektor pengusaha adalah bagaimana caranya supaya si calon ini disukai oleh banyak rakyat. Di Indonesia ini yang wilayahnya sebagian besar adalah pedesaan menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan popularitas karena sudah pasti popularitas mereka kalah jauh dibandingkan dengan presiden atau wakil presiden yang sedang memimpin saat ini. Ketertinggalan itu dapat dikejar kalau si calon ini memiliki tunggangan politik yang sangat masif dan efektif.
            Kabehan calon sing tek sebut nang duwur jane sih durung pasti bakal nyalon apa ora. Sampai saat ini mereka hanyalah orang-orang yang diisukan bakal maju. Tapi sing penting, angger pada sida nyalon, pengusaha-pengusaha tadi bakal membuat peta persaingan perebutan kursi RI 1 dan RI 2 semakain menarik untuk diikuti.





Sumber dan Referensi :
“J.A, Denny ; Surdiasis, Frans. 2006. Melewati perubahan : sebuah catatan atas transisi demokrasi Indonesia : kumpulan tulisan di Jawa pos & Indopos. Yogyakarta:Lkis.”

Menjadi Bahagia Secara Sederhana

            Menjadi bahagia, emang impian semua orang. Bagi gua bahagia itu sederhana ketika kita menemukan mantan kita bahagia dengan orang lain (nulis sambil nangis). Eh ngga deng, bagi gua bahagia itu sederhana ketika kita secara tiba-tiba bisa menghilangkan rasa suntuk kita dengan sekejap. Nah gimana sih caranya ?? banyak cara untuk menghilangkan rasa suntuk yang emang bikin kita bete abis gara-gara banyak faktor x (contoh : inget mantan). Ya ini semua tergantung temen-temen juga sih, tapi gaada salahnya buat di share. Yuk disimak J
DENGERIN MUSIK
            Ini emang cara paling ampuh buat ngatasin bete. Cara ini sudah dipakai oleh leluhur kita sejak mereka mulai bisa bikin kendang dan bikin orkes dangdut pantura. Musik itu bisa membuat kita geleng-geleng dan ngangguk-ngangguk. Disarankan buat yang lagi galau menghindari yang namanya lagu patah hati, ada baiknya temen-temen semua dengerin lagu yang up-beat ataupun lagu “metal” sekalian (ST12 – Lady Sky). Dan yang paling simple-nya adalah dengerin lagu yang emang lu suka, kalo lu suka Jaja Miharja nih, lu bisa banget dengerin lagunya sambil dicolok ke speaker dengan volume penuh, sekalian undang warga satu RT buat joget bareng dikamar. Insya Allah dengan begitu kamar kalian jadi berantakan.
JALAN-JALAN KELILING KOTA
            Kalo kalian punya jiwa rider, kalian harus coba cara ini. Bertamasya keliling kota naik delman istimewa dan duduk dimuka bisa jadi alternatif pengusir bete. Kalo lagi jalan-jalan nih ya biasanya kita bisa liat-liat pemandangan penyejuk mata. Kita bisa liat gedung-gedung tinggi sambil berdecak kagum dalam hati WOW KEREEEN. Kita juga bisa liat kimcil – kimcil galau lagi nggelemprakan dijalan. Dan kita bisa liat juga polisi lagi joget india di perempatan. Kalo lagi jalan-jalan dan asik liat kiri-kanan, jangan lupa sekali-kali nunduk kebawah, barang kali nemu duit seratus ribu, kan jadi enak.
BUANG AIR BESAR
            Untuk kasus yang satu ini emang kondisional sih, kalo lagi kebelet yaa.. cara ini bisa dilakuin. Buang Air Besar itu ibarat nahan ngomong aku sayang sama kamu ke gebetan, kalo udah dinyatain.. beh lega dehh (nb: kalo diterima yee). Selain rasa lega yang lu dapet, lu juga bisa sekalian beramal karena lu udah dengan secara ikhlas memberi makan dewa bumi. Dalam proses buang air besar pun biasanya hadir ide-ide besar (contohnya tulisan ini). Apalagi di toilet umum, kita bisa beradu tenaga dalam dengan tetangga kanan-kiri. Buat yang menang nanti gua kasih hadiah spesial dari dewa bumi deh.

            Udah aja deh diselesaikan saja tulisan ini, gua takut semakin panjang gua nulis semakin gak bermakna tulisan ini. Intinya banyak cara buat jadi bahagia, tergantung dari diri kita sendiri, kalo kita emang seneng melihara rasa suntuk ya kita gabakal bisa dapetin yang namanya bahagia secara sederhana. Sering-sering buang rasa stress, memendam rasa stress Cuma membuat hidup kita gak produktif. Apalagi yang namanya galau, yelah daripada galau mending ngasih makan dewa bumi. :D

Fanatisme dan Kejayusan

Gua sebagai laki-laki (mandan) normal tentunya suka banget nonton sepak bola. Manchester United, adalah tim sepak bola favorit gua sejak kecil. Gua ngefans sama MU karena dulu bokap gue beliin gue jersey bernomor punggung 9 bertuliskan nama Andy Cole. Dan sampai saat ini gua masih setia jadi pemuja “Setan Merah”.
            Kadang rasa fanatik gua akan MU ini sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Kalo tim jagoan gua lagi menang nih, kadar mood gua bisa naik dan bisa bikin semangat sepanjang hari dan kalo kalah ya efeknya langsung lesu sepanjang hari. Belum lagi dicengin temen satu kelas dan yak makin jadi lemesnya. Dan gua yakin ini juga terjadi sama lu semua, entah apapun tim yang lu dukung mau liverpool, chelsea, arsenal, barca, madrid, persija, persibas, persipasi kek. Tetep kalah menangnya tim favorit lu sangat mempengaruhi mood lu di hari itu.
            Dan gua juga mencatat disini selain mempengaruhi mood, kalah menangnya tim jagoan lu juga mempengaruhi tebal tipisnya dompet lu ya kan sob ? haha. Apalagi buat yang pada demen ngebetting mau yang via internet ato langsung sama temen lu. Ya kalo tim jagoan lu menang tentu duit yang mengalir kekantong bakalan deres yekan ? kalo tim jagoan lu kalah... ya siap-siap aje merana, apalagi buat lu yang menjalani kehidupan sebagai anak kos, gua saranin jangan sering-sering tarohan dah nanti jadi merana di akhir bulan kan ngenes juga sob..
            Ehhhh jadi curhat...
            Dan bentuk fanatisme yang lagi marak di era sekarang ini adalah fanatisme dengan menggunakan sosial media macam twitter. Gua juga sering nih ngetweet sebelum jagoan gua maen yekan sebagai bentuk support kita terhadap tim yang kita dukung. Sebagai contoh : @hanifansatria Gua Yakin MU bakalan nyeburin lawannye kedalam lautan luka dalam dan tenggelam lalu tak tahu arah jalan pulang #GGMU. Dan menurut gua hal yang paling ngeselin adalah ketika ada yang bales tweet kita dengan tweet no mention macam ini : @jajangdikantin ALAH PALING MU YANG BAKAL DIJADIIN BUTIRAN DEBU #GiGiMU. Hal-hal yang kayak gini kadang emang bikin kita jadi sedikit (bahkan banyak) emosi. Tapi tetep harus tetep kalem coy, karena kita disini supporter, yang tugasnya memberikan dukungan buat tim kesayangan kita. Karena hidup itu perlu bercanda, jangan selalu nganggep ejek-ejekan tentang klub bola favorit kita sebagai sesuatu yang serius dan ada baiknya ya dianggep hiburan aja kalo kata orang banyumas ya “nggo lucu-lucuan bae”  hehe.

            Yaudeh gitu ajedeh tulisan gua tentang fanatisme terhadap klub sepak bola, ya sebetulnya fanatik tuh bukan Cuma buat klub bola aja sih, banyak hal lain yang membuat rasa fanatik itu timbul. Tapi karena gua suka bola jadi gua bahasnye ya bola ajedah haha. Makasih buat yang udeh nyempetin baca, ya semoga ada yang ngangguk-ngangguk ketika baca opini gua tentang fanatisme ini hehehe... Salam Olahraga !!

Seribu Rindu Untuk Sahabat :D

oke, ini adalah tulisan pertama gua di blog, setelah beratus-ratus tahun lamanya hanya berkutat dengan facebook dan twitter. Di tulisan gua yang pertama ini gua mau cerita tentang kehidupan SMA gua yang sebentar lagi bakalan gua tinggalin. Gua bersekolah di salah satu sekolah negeri favorit di kecamatan Medan Satria kota Bekasi. Saking favoritnya sekolah gue, banyak banget yang gak tau sekolah gua letaknya di mana, di perumahan apa, siapa kulinya, mandornya ganteng apa enggak, kepala sekolahnya personil boyband apa bukan dsb. Tapi apapun itu gua bangga sekali dengan sekolah gua apalagi sama salah satu ekskulnya yang bernama Mugiwara Nippon Juu kurabu. Yah, sedikit deskripsi tentang ekskul gua ini, ekskul ini adalah ekskul yang berisikan sekumpulan orang pecinta kebudayaan dan serba serbi tentang jepang yang seluruh anggotanya sama sekali tidak bertampang kejepang-jepangan. Alhamdulilahnya, gue pernah diberi amanah untuk memangku jabatan sebagai BPH (Badan Pengurus Harian) lebih khususnya gue ditunjuk sebagai sekertaris dua, kurang macho apa gua dengan jabatan sekertaris yang biasanya diisi oleh wanita. Ya tapi karena sudah diberi amanah oleh sesepuh karim dan kroni-kroninya maka gua terima jabatan itu dengan senang hati.
Penting untuk diketahui bahwa gua menjabat bersama dengan empat orang ganteng dan dua orang cantik lainnya yang namanya nggak bisa gua sebutin satu per satu karena kalo satu-satu aku sayang ibu, dua-dua juga sayang ayah, tiga-tiga sayang adik kakak, sepuluh kosong sayang timnas kita hehehe namanya jari. jujur gua kasihan lihat timnas kemaren ditelen sama bahrain, kasian sama TKI yang udah beli tiket nonton, kasian sama ikatan kyai bulak perwira yang udah gelar doa bersama, kasian sama abg gahoel yang nobar di MCD, kasian juga sama nenek gayung yang kabarnya udah ketangkep. Persetan sama berita setelah pertandingan yang bilang kita dicurangin, udah kepalang malu gua sob. Tapi yang namanya tanah air beta, pasti bakal gua dukung sampe kapanpun.. yeaaahhhh MERDEKAHHHHH !!!
Sorry, post yang diatas tadi dibajak.
okeh balik lagi ke awal, gua mau ngenalin partner gua selama menjadi BPH yang pertama bos-bosan alias ketum bapak yoda dwi cahya, ketua satu dan dua kurnia adi dan subhan, bendahara satu dan dua kristina natalina dan yunaz fitra muhammad, selanjutnya gua lupa lagi siapa :p. *brb tkut ditabok, iyah sekertaris 1 namanya levi dhaifani. entah huruf belakangnya pake i apa y pokoknya namanya levi. Mereka adalah orang-orang yang berpengaruh buat hidup gue. gimana enggak, selama gua ngejabat jadi BPH gua selalu menghabiskan waktu luang barengan sama mereka.
oke, gua bakal nyeritain beberapa kegilaan yang dilakukan gua dan mereka. Gua waktu itu lagi perjalanan menuju bekasi dari kampung ane gombong. ketika gua sedang khidmat dengerin lagu tiba-tiba hape gua geter, ternyata si levi sms. "bang tar malem ngumpul ya di MCD" "yah insya Allah ya lep gua lagi dijalan menuju bekasi lep, emang jam berapa ngumpulnya ?" "habis isya bang, bsa nggak ? emang lu udah nyampe mana bang ?" "baru nyampe subang lep" "kira-kira berapa jam bang dari subang ke bekasi ?" "kalo gamacet sih 4 jam lep, kalo macet sekitar 6 jam lah, dan sekarang kondisi lagi macet" "AH DASAR BEGO LU BANG, BILANG AJA GABISA DATENG MANA MUNGKIN ABIS ISYA LU UDAH NYAMPE BEKASI !!"  "eh iya lep ampun lep wkwk :P". Gila serem banget nih cewe, cewe macam apa kaya gitu masa iya gua dibentak - bentak, kalo gasuka ngomong baik-baik dong, aku kan hatinya lembut, kalo aku di bentak-bentak nanti aku bisa nangis, terus kalo aku nangis emang kamu mau beliin aku permen apa ?? huhuu *ingusnaikturun*.
Setelah  ketegangan mereda beberapa saat kemudian gua di sms lagi, "bang, besok jam 12 main ke rumah adi, jangan lupa jemput gua ya bang !!" buseeeeeeeeeeeeeett, abis di omel-omelin gua di suruh jemput die, mungkin ini adalah dampak nyata dari penyimpangan emansipasi wanita yang secara real terjadi di kehidupan gua. tapi gapapalah demi sekertaris 1 tertinjahhh semuanya akan ku lakukan. oke, sampe juga gua dirumah, tapa basa-basi gua langsung lari ke kamar dan tidur.
Pagi pun tiba, suara ayam berkokok terdengar memekakkan telinga lantas gua pun berfikir, siapa yang miara ayam diperumahan ?? *tepokjidat*.  Pukul 12 siang lewat sudah gua lagi main PS dan gua lupa kalo si levi minta dijemput. akhirnya nyonya levi pun nelpon "halo bang !! jadi nggak ke rumah adi ??" "jadi lah lep" "yaudah bang buru jemput gua bang !!" "oh iya lep, gua lupa rumah lu dimana hehehe" "AHH GIMANA SIH LUU BAAAANG, itu rumah gua yang deket Kid's school" "iya lep iya, bentar lagi gua jalan" *brb ngeri di telen. Seketika gua matiin PS langsung cabut ke rumah levi, sebelum berangkat gua melakukan kebiasaan gua sama ibu gua yaitu cium tangan dan MINTA UANG JAJAN. "Bu, hanip pergi mau main ya ?" "iya le, butuh ongkos nggak ??" "iya bu" "berapa le ?" "seikhlasnya ibu aja" "yaudah nih" (nyokap ngasih cebanan) "kok cuma sepuluh ribu bu ?? mana cukup." "emangnya mau ngapain sih le ?? katanya seikhlasnya ??" (sambil nyodorin gocapan) HAHAHA. What a Trick, betapa baiknya nyokap gua, sering-sering aja kayak gitu "MAKASIH YA BUUU HANIPP PERGI DULUUU !! SAMLIKUUUM"
Gua geber motor gua menuju rumahnya levi di jalan gua bertemu dengan kaka-kaka cantik, cantik banget, bajunya ketat gitu, nyeplak lagi. Astaghfirullah, untung aje gua gak nabrak gerobak gara2 ngelamun jorok. Setelah berhalusinasi, akhirnya sampe juga dirumahnya levi, sempet mablang juga gua kelewatan satu rumah hahaha, mungkin ini karena kaka-kaka cantik tadi, Astaghfirullah. Nerawang ya Allah. Astaghfirullah, nyebut fan nyebut, sesampainya di rumah levi kita langsung cabut ke MCD dan pastinya kita rapat bla bla bla gajelas.
OKE KARENA INI ADALAH TULISAN LAMA YANG TANGGUNG JADI GUA LUPA HABIS ITU LANJUTANNYA GIMANA :D
Dan sekarang kita udah punya kehidupan masing-masing. Si Yoda dengan desain grafisnya, Subhan yang sibuk bikin sehat masyarakat, Adi yang jadi bakul sepatu dan kabarnya mau menyusul gua di purwokerto, si Lina yang mukanya makin mirip rumus akuntansi, Yunaz yang... ah gua gatau nih orang di Turki kayak apaan. Levi tercintah yang menurut kabar burung *burungnya siapaah ?* sedang sibuk dengan setumpuk makalahnya, dan terakhir gua orang yang sibuk mencari kesibukan. Tapi sahabat-sahabat gue !! lu pada harus tau sekarang gua udah jadi announcer coy huahahaha. Akhirnya gua berhasil menemukan jati diri gua. Soalnya gua merasa paling bodoh diantara lu semua, kerjaan gua Cuma ganguin kalian rapat, ngelawak-ngelawak jayus (tetep adi yang paling jayus) dan bikin levi kesel HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Gua sahabat yang paling lancang ya lev, masuk kerumah lu langsung buka kulkas terus ngabisin makanan :D tapi pasti lu bakal susah nyari sahabat kayak gua. Diantara 1 juta manusia Cuma gua yang kayak gitu :D
Gua suka kangen sama kalian kalo lagi main sama temen-temen gua disini. Gua punya temen yang baik-baik dan seru juga disini. Tapi tetep gua selalu menanti-nanti waktunya mudik dan main lagi sama kalian. Kayak kalian udah lebih dari yang namanya sahabat, bisa dibilang kalian itu udah kayak keluarga buat gue dan gue ngerasa kalian itu tempat berbagi kebahagian dan keluh kesah yang paling nyaman didunia setelah twitter :p. Soal Yunaz, gua pengen banget tau perkembangan dia disana kayak apa. Apa dia udah bewokan ? apa dia udah sorbanan ? api dia udah megang tongkat sambil ngangon kambing ? tapi gua selalu yakin sama dia. Karena dia punya segudang senjata rahasia dibalik kediemannya itu.
Akhirnya gua udah cape nulis, walaupun gua Cuma lanjutin tulisan gua setahun yang lalu tapi tetep aja cape, jari gua lemah pliis, gabisa buat ngetik lama-lama, nanti kalo jari aku keseleo gimana ?. kalian mau mijetin jari aku emang ?. gua sebagai seorang sahabat punya harapan yang besar sama kalian. Bukan harapan sih sebenernya lebih kearah impian, impian gua terhadap kita, ketika kita sudah mulai berbasah-basah dengan segala kesibukan kita dan ketika kita mulai berkarir gua hanya ingin kita terus menyambung tali silaturahmi. Jangan sampe putus dan jangan sampe ada yang melupakan persahabatan ini (kayaknya sih gamungkin ada yang lupa). Gua inget pembahasan kita waktu kita buka bersama dan ngumpul terakhir kalinya bertujuh :’) “nanti kalau 20 tahun lagi, kita semua kumpul lagi di tempat ini, sambil membawa pasangan dan menggendong anak masing-masing, lalu kita tertawa bersama bercanda bersama lagi, main UNO bareng lagi, dan kita semua sudah dalam keadaan yang mapan. Amin J soal rencana usaha kita, sebetulnya sampe sekarang ini pun gue belum nabung barang serupiah pun, tapi pasti gua bakalan nabung kalo gue udah mulai pinter megang duitnya hehehe. Semangat terus sahabt-sahabatku, jalanin apa yang kalian yakinin, kejar cita-cita kalian, jadikan persahabatan ini sebagai sebuah motivasi buat kita, semoga kita semua bisa jadi yang terbaik :)
Purwokerto, 16 Juni 2013

Sahabat kalian yang tertampan, Hanifan Satria :D

Rabu, 12 Juni 2013

Awal Dari Sebuah Cerita Baru

                Berangkat dari impian, gairah, dan cita-cita, akhirnya mengantarkan aku pada sebuah jenjang dimana aku semakin yakin dengan apa yang aku jalanin. Menjadi seorang radio announcer merupakan impianku sejak lama. Berawal dari kebiasaan si mbak (pembantu rumah tangga) yang hobi dengerin siaran radio bikin aku jadi ikut-ikutan dan mulai suka dengan siaran radio hingga akhirnya membuatku tertarik sama dunia radio dan ingin berbasah-basah disana. Oh iya aku Hanifan Satria yang punya nama baru alias nama udara Deri Prakasa.
            
Sebagai seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi tentunya membutuhkan kemampuan public speaking yang baik dan itu yang membuat aku tidak berpikir dua kali ketika dafi (stasion manager) ngajak buat siaran di Bhinneka Radio, sebuah stasiun radio yang dinaungi oleh komunitas yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat Bhinneka Ceria. Sebelumnya aku udah pernah denger soal komunitas ini, yang terlihat diluar sih Bhinneka Ceria itu Cuma kaya komunitas buat ngajar anak kecil di desa-desa dan ternyata setelah melihat secara langsung ternyata komunitas ini punya misi utama yaitu pemberdayaan masyarakat desa. Aku pernah ke desa binaan dari Bhinneka Ceria yaitu Desa Cumbut di Purbalingga, dan ternyata kehadiran dari Bhinneka Ceria membawa perubahan yang sangat membantu warga desa.
            
Membahas soal pemberdayaan, aku juga merasa telah diberdayakan oleh Bhinneka Ceria. Dengan adanya Bhinneka Radio ini membuat seorang Hanifan Satria bergerak untuk mengejar cita-citanya dan menjalani hidup sesuai dengan passion yang aku punya. Gak Cuma itu aja yang aku dapet dari sini, banyak hal yang menambah motivasi aku dalam mengejar impianku. Salah satunya adalah kedatangan seorang Zulfahmi Anky, mentor kami semua para crew dari Bhinneka Radio yang berasal dari Fiesta radio sebuah radio kampus UNS di Solo. Banyak ilmu yang ditularkan oleh seorang Fahmi, mulai dari tekhnik vokal, pembuatan script, mixering hingga manajemen radio. Dari semua ilmu yang ditularkan oleh Fahmi tadi membuat aku semakin yakin kalo dunia radio ini adalah dunianya seorang Hanifan Satria.
           
Dalam berproses membangun Bhinneka Radio ini pastinya aku dikelilingi oleh orang-orang hebat yang memang punya passion di dunia radio. Selain aku ada 11 orang pasukan pionir yang sedang berproses di Bhinneka Radio, ada Agum sang komisaris, Dafi temen sekosan yang jadi stasion manager, Gara dan Galuh temen main satu kelas, ada erlin, fitria, ete, akbar, yuli, ayu, dan fetty. Mereka ini memang orang yang total dalam berproses dan juga punya semangat buat membawa Bhinneka Radio selalu mengudara. Mereka menjadi motivasi aku dalam meningkatkan konsistensi dan totalitas di Bhinneka Radio.
           
Kami semua di Bhinneka Radio berangkat dari latar belakang yang sangat buta sekali akan dunia persiaran. Namun dengan semangat dan juga totalitas yang kami punya kami rela mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga untuk belajar demi sebuah output yaitu kualitas siaran Bhinneka Radio agar bisa menjadi penggugah kesadaran hidup bermasyarakat dan juga sebagai sarana pendidikan yang menghibur bagi semua pendengar kami atau yang biasa kami sebut dengan panggilan Brayan Bhincer. Pada awalnya memang sulit untuk menjadi total dalam berproses di sini, banyak persoalan seperti membagi prioritas antara akademis, radio, dan juga organisasi lain yang dimiliki oleh setiap crew Bhinneka Radio. Namun seiring berjalannya waktu dan dilandasi dengan komitmen yang kuat kami semua bisa mengatasi hal itu.
           
Ada proses, ada juga sebuah harapan atau mungkin impian yang aku punya untuk Bhinneka Radio. Aku berharap semoga Bhinneka Radio ini tetap terus mengudara dan semoga seiring berjalannya waktu, radio ini menjadi lebih profesional dari sekarang. Juga semangat dari para crew Bhinneka Radio tetap terjaga sampai radio ini menjadi radio yang dikenal baik oleh masyarakat dan punya pendengar tetap yang selalu merelakan waktunya untuk streamingan di radio.bhinnekaceria.com. dan yang terakhir adalah sebuah harapan dari keegoisan seorang Hanifan Satria yaitu ketika sudah berproses di Bhinneka Radio, harapannya Bhinneka Radio ini bisa menjadi sebuah batu loncatan bagi aku untuk terus bekecimpung didunia entertain khususnya di dunia radio ini.
            
Selama masih ada tenaga, selama akal masih bisa berfungsi dan selama mulut masih bisa bersuara aku akan terus berproses sampai harapan-harapan yang aku tulis tadi tercapai. Aku juga mau mengucapkan terima kasih buat Bhinneka Ceria yang sudah membantu aku menemukan jalan hidupku yang selama ini luntang-lantung karena Cuma kebanyakan mikir tanpa ada gerakan yang nyata. Sebuah pelajaran berharga yang aku dapatkan setelah berproses di Bhinneka Radio adalah, Jalani hidup kita sesuai dengan apa yang menjadi gairah kita, karena disitu merupakan pintu gerbang kita untuk menggapai semua cita-cita kita. Jangan pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru, berusahalah keluar dari zona nyaman, berfikirlah out of the box karena itu yang akan membuat kita berbeda dari orang lain.