Jumat, 09 Mei 2014

Penyesalan Akhir Bulan Mahasiswa

Buruk memang kalau membayangkan kondisi mahasiswa di akhir bulan. Melakukan alokasi anggaran keperluan bulanan sudah dilakukan, namun terkadang godaan setan yang terkucrut memaksa kita untuk membeli hal yang nggak kita perluin banget.

Gua pernah bertahan hidup dengan duit 5000 perak buat dua hari dan 5000 perak itu secara cerdas gua investasikan buat beli Indocrut supaya tetap bisa makan sampai transferan menyapa. Dalam keadaan miris dan kenestapaan itu gua coba tarik kembali pikiran gua ke masa lalu dan mengingat - ingat kemana saja jatah bulanan gua lari. Ternyata dia ada di tempat yang tidak - tidak. Di warung, di burjo, di selera asal satu, dua, tiga, di tempat futsalan, di tempat nobar, di bengkel, di warung sebelah sekre bhincer, di rita, di moro, dan di tempat yang tidak teridentifikasi keberadaannya.

Coba aku bisa menjagamu jatah bulanan, akan ku jaga kamu seperti aku menjaga pacarku. Andai aku tulus mencintaimu jatah bulanan, sudah kucintai kamu seperti ku mencintai pacar temanku. Jika ku tahu seberapa pentingnya dirimu jatah bulanan, tak akan ku sia - siakan dirimu seperti aku menyia - nyiakan peran bapendik.

Tapi, semua ini bukan salah gua sepenuhnya. Terkadang ini adalah bentuk kelalaian Ibuku dalam mengirim uang bulanan. Pernah sewaktu gua lagi ngemsi pas acara hari Ibu gua bikin sebuah puisi yang berisi tuntutan hak gua :

                  IBU
I....
Imut Wajahmu
B...
Betapa Besarnya Jasamu Terhadap Hidupku
Tapi...
U...
UANG BULANANKU JANGAN LUPA DI TRANSFER ! :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar