Sabtu, 10 Mei 2014

Siaran Di RRI

owyeah, kali ini di episode #30HariMenulis punyanya Himakom Fisip Unsoed gua bakalan cerita sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan. Waktu liburan semester kemaren gua dapet jatah siaran di RRI Pro 2 FM Purwokerto. walaupun cuma jadi penyiar pengganti, tapi pengalaman ini gak bakalan gua lupain dalam hidup gua karena ini pertama kalinya gua siaran di radio profesional. waktu itu gua bawain program Akademik Forum setiap hari kamis jam 4 sore. Gua dapet jatah siaran sekitar 7 kali dan ada satu sesi siaran yang nggak bakal gua lupain.

Sore hari yang sejuk itu membawa semangat gue menuju pada titik teratas, apalagi hari itu gua siaran. Kalo kalian tau gue, hidup gue itu untuk siaran hahaha. Gua berangkat dari sekolah bhincer karena harus menjemput seorang Akbar Restu Fauzi yang akan menjadi pembicara di program itu karena gua bawain tema Survey Politik di Era Demokrasi. 

Berangkatlah gue dari sekolah bhincer bersama si akboy, sampe di RRI tanpa banyak cincong gua langsung duduk di kabin siar dan mempersiapkan suara aduhai gue yang mempesona telinga pendengar hahaha cihhh. Bumper dibunyikan, tanda siaran akan dimulai. Bumper hampir selesai, tandanya gua harus naro mulut depan mic. Bumper selesai, dari situlah awal dialektika gua dengan akbar dimulai. Di tengah dialektika yang sangat seru, menarik, dan interaktif itu (sedang memuji diri sendiri) tiba - tiba telepon berdering, gua angkat teleponnya. terdengar suara si penelpon :

"Halooo..."
"Iya, dengan siapa dimana ?"
"ayah.. ayah.. di purwokerto"
(suaranya samar - samar gak jelas)
"oh arya, iya arya silahkan pendapatnya !"
"ihhh bukan arya, ayah ayah"
"oh ayah, iya ayah"
"saya mau komentar"
(TIBA - TIBA SUARANYA BERUBAH NGONDEK, PFFFFFFFFFFT)
"besok pemilu harus nyoblos pokoknya harus nyoblos ! buat mereka yang udah dipilih tapi korupsi pokoknya harus dihukum mati ! pokoknya dihukum mati. KORUPTOR HARUS MATI !!!"
(ayah sangat bersemangat dengan suara ngondeknya)
jelas gua sama akbar nahan ketawa, hari itu gua bahas apa kok doi malah ngomongin koruptor. suaranya ngondek lagi, gila dah tu orang.

(ayah ngomong lagi)
"pokoknya mas - mas yang lagi siaran harus nyoblos ya ! ngomong - ngomong masnya siapa namanya?"
"aku hanif"
"yang satunya siapa ?"
"akbar, akbar"
(AYAH MASIH NGONDEK)
"Mas hanif, mas akbar salam kenal ya... capcusssss... yuuuuk"
(gua bales dengan ngondek)
"uuuu, iya ayah salam kenal yak yuuuuuuk"

GUA MAKIN NAHAN KETAWA !!!! GUA GAK KUAT DENGAN COBAAN SIARAN INI !! 
langsung aja telpon gua tutup. Gua akhirin aja segmen itu, sebenernya sih buat melepaskan tawa yang terpenjara selama siaran. Ini pengalaman pertama selama siaran ditelpon banci, minggu depannya si ayah itu nelpon lagi dan gua tersiksa lagi karena nahan ketawa. luar biasa si ayah hingga dia tidak terlupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar